Blowing In The Wind Pink And Green Flower;

Tuesday, April 12, 2011

Akad Nikah Adat Sunda

Acara akad nikah kami dilaksanakan pagi hari jam 7 pagi (karena dapet jadwal pak penghulu yang nomer pertama untuk dinikahkan, selain itu jam 8 pagi dan seterusnya, pak penghulu sudah full booked… ckckckckck). Alhasil persiapan calon pengantin dilaksanakan sejak pukul 5 pagi setelah sholat subuh (hoaaaahmmm)…

Acara pertama adalah acara penyambutan CPP oleh keluarga CPW dan seserahan (CPW masih diumpetin niy, baru boleh diketemukan pas menjelang ijab Kabul nanti, duh deg-degan, penasaraaaan, kaya apa siy suamiku lagi jadi penganten? Hihihihi….)

Selanjutnya acara ijab kabul. Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernikahan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini ayah pengantin perempuan menikahkan anaknya kepada pengantin pria dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh pak penghulu dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama.

Setelah resmi jadi suami-istri (hmmm, unbelievable, aku sudah jadi “Mrs”), acara dilanjutkan dengan rangkaian upacara adat Sunda (dimana suamiku berdarah Sunda). Namun acara adat Sunda-nya dipersingkat karena waktu yang sangat mepet dengan resepsi yang nantinya adat Jawa… Jadi acara adat Sundanya kurang lengkap dehh… tapi acara yang “penting-penting” harus tetap ada hehe….

Lalu selanjutnya acara sungkeman yang dilakukan setelah "acara akad nikah" dilakukan oleh kedua mempelai kepada kedua orang tuanya masing-masing dengan tujuan mohon do'a restu atas akan memulainya kehidupan "bahtera rumah tangga".

  • Acara adat saweran yaitu, dua penganten diberi lantunan wejangan yang isinya menyangkut bagaimana hidup yang baik dan kewajiban masing-masing dalam rumah tangga. Setelah diberi lantunan wejangan, kemudian di "sawer" dengan uang logam, beras kuning, dan permen aneka rasa oleh kedua orang tuanya.

  • Nincak endog yaitu memecahkan telor oleh kaki pengantin priya dengan maksud, bahwa "pada malam" pertamanya itu, ia bersama isterinya akan "memecahkan" yang pertama kali dalam hubungan suami isteri.

  • membakar ujung batang lidi (masing-masing panjangnnya 20 cm) dan setelah dibakar, dimasukan ke air yang terdapat dalam sebuah kendi. Setelah padam kemudian di potong bagi dua dan lalu dibuang jauh-jauh. Sedangkan kendinya dipecahkan oleh kedua mempelai secara bersama-sama.

  • Acara terakhir adat Sunda , yaitu, "Huap Lingklung dan huap deudeuh ("kasih sayang). Artinya, kedua pengantin disuapi oleh kedua orang tuanya masing-masing sebagai tanda kasih sayang orang tua yang terakhir kali. Kemudian masing-masing mempelai saling "menyuapi" sebagai tanda kasih sayang. Acara haup lingkun diakhiri dengan saling menarik "bakakak" (ayam seutuhnya yang telah dibakar). yang mendapatkan bagian terbanyak "konon akan" mendapatkan rezeki banyak.

menurutku ini agak sulit karena harus suap-suapan dari belakang...
Tarik teruuusss.... hayoo siapa yang dapat banyaaak???

Okay acara adat Sunda berakhir, waktunya siap-siap buat acara adat Jawa dan resepsi…….

Seluruh acara adat Sunda (berserta kostum dan riasan) ditangani oleh Wedding Organizer Sanggar Saraswati.

Vendor: Wedding Organizer Sanggar Saraswati

Rating: 8

No comments:

Post a Comment